Market News

Bursa Eropa Dibuka Turun Terbawa Sentimen Lanjutan Pelemahan Harga Minyak

Bursa saham Eropa dibuka lebih rendah pada Selasa (08.12) di tengah sentimen pelemahan lanjutan harga minyak.

Indeks Pan Eropa Stoxx 600 dibuka 0,3 persen lebih rendah Selasa.

Sektor Pertambangan yang terdaftar di bursa London adalah yang paling parah terkan penurunan pada indeks FTSE, akibat  tengah kekalahan harga minyak dan penurunan komoditas lainnya. Saham Anglo American dibuka turun 4 persen setelah menangguhkan dividen dan mengumumkan pemotongan untuk belanja modal.

Sedangkan saham Glencore turun 1,6 persen, saham BHP Billiton turun 2,7 persen dan saham Rio Tinto juga turun 2 persen.

Rio Tinto mengatakan pada hari Selasa bahwa diharapkan anggaran belanja modal 2016 akan turun sekitar $ 500 juta menjadi $ 5 miliar, Reuters melaporkan.

Dari Indeks CAC di Perancis, para pemain terbaik yaitu saham Bouygues, naik 4 persen, dan operator telekomunikasi Oranye menyusul laporan Bloomberg, bahwa Orange sedang dalam pembicaraan untuk membeli media dan aset telekomunikasi dari Bouygues. namun Orange membantah laporan tersebut.

Harga komoditas juga dalam fokus untuk pasar Asia semalam setelah harga minyak jatuh lebih dari 5 persen pada akhir Senin. Harga minyak mengalami penurunan tajam selama perdagangan AS sebagai akibat dari kelebihan pasokan global. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak-(OPEC) gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi tingkat produksi ketika bertemu pada hari Jumat.

Dalam berita lain, regulator antitrust Uni Eropa telah membatalkan penyelidikan Shell, BP, dan Statoil dari dugaan kecurangan dari benchmark etanol, bukan fokus pada tiga produsen biofuel. Reuters melaporkan.

European JAB Holding memimpin pembelian $ 13,9 miliar dari Keurig Green Mountain dalam kesepakatan yang akan memberikan 60 persen kontrol pasar kopi di Amerika Utara dan memajukan ambisi untuk membangun pembangkit tenaga listrik kopi global, Reuters melaporkan Selasa.

Sore ini akan dirilis data indikator ekonomi Eropa yang diperkirakan mixed.

Data GDP Growh Rate (QoQ) 2nd Est Q3, diindikasikan berada pada posisi 0,3%, menurun dari hasil sebelumnya pada 0,4%.

Data GDP Growh Rate (YoY) 2nd Est Q3, diindikasikan berada pada posisi 1,6%, meningkat dari hasil sebelumnya pada 1,5%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Eropa masih akan terpengaruh sentimen pergerakan bursa Wall Street dan pergerakan harga minyak mentah. Jika terjadi penurunan, maka bursa Eropa cenderung mengalami penurunan dan sebaliknya.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang