Pasar Fisik Kopi

Dengan adanya perkembangan di industri terkait komoditas kopi, terutama ditandai dengan semakin maraknya kehadiran bisnis kafe-kafe kopi baik dalam maupun luar negeri serta meningkatnya kebutuhan kopi domestik, maka nampak para pengusaha kopi asing dan lokal gencar mengolah dan membeli sendiri biji kopi secara langsung dari para petani kopi di daerah-daerah sentra penghasil utama kopi. Perdagangan  kopi antara petani dan pedagang pengumpul serta dari pedagang pengumpul ke pabrikan kopi ataupun dengan para pengusaha kafe dan pabrikan kopi ini di perkirakan meningkat pesat mengingat para perwakilan dagang asing yang membeli kopi secara agresif mulai melakukan pembelian hingga sampai ke daerah tingkat II penghasil kopi, bahkan membeli kopi bermutu tinggi dari petani kopi di daerah pedesaan. Perubahan struktur perdagangan kopi ini di lihat BBJ sebagai peluang untuk mengorganisasi pola perdagangan kopi  tersebut dengan bantuan teknologi informasi maka akan dirancang perdagangan fisik kopi secara on-line.

Cont.ID Month Year Prev Open Bid Ask Hi Lo Last
Product Month From To
 
 
1. Contract Size 5 Metric tonnes (5,000 kg)
2. Auction System Auction buy and sell
3. Auction Time Each Trading Day
09:00 - 14:00 Western Indonesia Time (GMT + 7)
With auction sessions as follow:
Session 1: 09:30 - 10:00
Session 2: 10:30 - 11:00
Session 3: 11:30 - 12:00
Session 4: 13:30 - 14:00
4. Price Quotation Rp / kg
5. Min Price Fluctuation Rp 10 / kg
6. Submission Type Loco Warehouse Seller or Franco Warehouse Buyer .
7. Delivery Points Warehouse sellers or warehouse buyers in:
Aceh, Padang, Bengkulu, Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Papua, Bali, Flores
8. Quality Robusta Coffee:
  1. Unwashed Non-Graded (moisture max 20%)
  2. Graded IV B (defects max 80 per 300 gram sample, moisture max 13%)
  3. Grade VI (max 225 defects per 300 gram sample, moisture max 13%)
Arabica Coffee:
  1. Unwashed Non-Graded (moisture max 18%)
  2. Indonesian National Standard (SNI) Grade 1 (defects max 12 per 300 gram sample, moisture mas 13%)
  3. Indonesian National Standard (SNI) Grade 2 (defects max 25 per 300 gram sample, moisture mas 13%) .