Pasar Fisik Karet

Indonesia merupakan negara produsen dan pengekspor karet alam terbesar ke dua setelah Thailand. Kedepannya Indonesia dapat menjadi negara produsen karet alam terbesar di dunia dengan alasan Indonesia memiliki luas lahan karet alam terbesar di dunia. Untuk itu Indonesia harus meningkatkan produktivitas dengan cara antara lain menggunakan bahan tanaman yang unggul dan penguasaan teknologi yang lebih baik. Saat ini para pelaku pasar melakukan transaksi  secara fisik dengan physical forward market  dan melakukan transaksi  berjangka  di Bursa Singapura (SICOM) dan Bursa Tokyo (TOCOM). Sebaiknya transaksi fisik dan transaksi berjangka di Bursa dapat dilakukan di Indonesia karena seperti telah disebutkan di atas kedepannya Indonesia akan menjadi produsen karet terbesar didunia. Untuk menunjang hal tersebut harus dilakukan pembenahan mengenai tata niaga karet alam secara fisik yang masih belum transparan, saat ini masih terdapat penyelundupan-penyelundupan karet alam yang merugikan negara dan harga karet masih tergantung kepada produsen karet alam terbesar di dunia yaitu Thailand.

Cont.ID Month Year Prev Open Bid Ask Hi Lo Last
Product Month From To
 
 
1. Satuan Kontrak 5 Metrik ton (5.000 kg)
2. Sistem Lelang Lelang Jual dan Beli
3. Waktu Lelang Setiap sesi perdagangan dilakukan lelang sebagai berikut:
Sesi I : Pukul 12.30 - 13.00 WIB (GMT+7); dan
Sesi I : Pukul 13.30 - 14.00 WIB (GMT+7)
Jam yang menjadi patokan adalah jam di Komputer Server yang dapat dimonitor oleh komputer Peserta.
4. Harga Rp/kg
5. Perubahan Harga Minimum Rp 10/kg
6. Jenis Penyerahan Loco Gudang Penjual atau Franco Gudang Pembeli
7. Tempat Penyerahan Gudang penyimpanan penjual atau gudang penerimaan pembeli yang berlokasi di: Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Lampung, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah.
8. Mutu BOKAR dengan K3 (kadar karet kering) minimal 50%