Market News

Bursa Jepang Bergerak di Zona Merah, Tekanan Harga Minyak Mengalahkan Hasil Positif PDB

Bursa Jepang pada awal perdagangan Selasa (08/12) dibuka positif 0,06%, namun selanjutnya saat ini terpantau berada di zona merah. Indeks Nikkei bergerak turun 177 poin atau 0,9 persen diperdagangkan pada 19.523.

Lihat : Indeks Nikkei Ditutup Positif Dengan Data Ekonomi Menguat

Bursa Jepang bergerak di wilayah negatif karena kepercayaan investor merosot dengan anjloknya harga minyak mentah, meskipun kuartal ketiga produk domestik bruto revisi (GDP), ukuran luas kesehatan ekonomi, yang menunjukkan perekonomian tidak dalam resesi.

Laporan PDB Q3 yang direvisi menunjukkan pertumbuhan 1 persen pada basis tahunan. Jumlah tersebut mengalahkan estimasi sebelumnya yaitu kontraksi 0,8 persen selama periode yang sama. Komponen belanja modal revisi naik dari 0,6 persen pada kuartal terhadap penurunan diperkirakan sebesar 1,3 persen.

Sementara untuk perdagangan saham, saham blue chip diperdagangkan di wilayah negatif, dengan saham di Toyota, Sony, Mitsubishi Electric, dan Toshiba turun antara 0,3 hingga 2,6 persen.

Sedangkan kurs Yen diperdagangkan lebih tinggi terhadap dolar pada 123,15.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka juga berada pada zona negatif, turu 230 poin atau 1,16% pada 19,520, merosot dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,750.

Untuk hari ini akan dirilis data indikator ekonomi Jepang yaitu :

Eco Watchers Survey Current November, yang diindikasikan akan berada pada posisi 48.6, meningkat dari hasil sebelumnya pada 48.2.

Eco Watchers Survey Outlook November, dimana hasil sebelumnya pada 49.1, belum ada data perkiraan maupun hasil konsensus.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya hari ini, indeks diperkirakan masih berpotensi melemah terbatas dengan tekanan merosotnya harga minyak mentah. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 19,160-18,738, dan kisaran Resistance 19,992-20,367.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang