Market News
Market News
Bursa Tiongkok Bergerak Negatif Merespon Data Perdagangan dan Anjloknya Harga Minyak
Mengawali perdagangan saham di bursa Tiongkok Selasa (08/12), Indeks Shanghai bergerak turun 52 poin atau 1,48 persen pada 3484.
Lihat : Indeks Shanghai Ditutup Naik Merespon Data Ekonomi Domestik
Bursa Tiongkok jatuh menjelang data perdagangan November. Data berdenominasi yuan menunjukkan ekspor turun 3,7 persen pada tahun sementara impor turun 5,6 persen untuk periode yang sama. Surplus perdagangan untuk November 343,1 miliar yuan. Data denominasi dolar yang diharapkan akan dirilis di kemudian hari.
Sementara itu indeks Shenzhen Composite diperdagangkan 39 poin atau 1,7 persen lebih rendah pada 2223.
Terkait penurunan tajam harga minyak mentah, maka saham-saham energi Tiongkok turun antara 1,6 dan 2,54 persen pada perdagangan pagi.
Sementara, saham-saham Broker dan Perbankan sebagian besar diperdagangkan lebih rendah antara 0,2 dan 1,8 persen.
Yuan Tiongkok dibuka pada level terendah dalam tiga bulan. Bank Rakyat China (PBOC) menetapkan tingkat titik tengah di 6,4078 per dolar menjelang pembukaan. Selama perdagangan pagi, yuan diperdagangkan lebih rendah pada 6,4177 terhadap dolar.
Data Senin juga menunjukkan cadangan devisa China jatuh ke tingkat terendah dalam lebih dari 24 bulan pada bulan November, memperbarui kekhawatiran atas arus modal keluar dari perekonomian. Cadangan devisa turun sebesar $ 87,22 miliar dari $ 3,438 triliun pada akhir November, menurut PBOC.
Untuk perdagangan selanjutnya, masih belum ada data indikator yang akan dirilis, namun perlu diperhatikan kondisi ekonomi domestik Tiongkok sendiri juga pergerakan pasar global dan komoditas.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Shanghai bergerak masih sideways cenderung melemah terbatas merespon data perdagangan Tiongkok dan sentimen negatif anjloknya harga minyak mentah. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 3380-3265 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3609-3744.
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
