Market News
Market News
Cadangan Devisa Jepang Terburuk Sejak September 2011
Cadangan devisa ( foreign exchange reserves) adalah simpanan mata uang asing oleh bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan ini merupakan asset bank sentral yang tersimpan dalam beberapa mata uang cadangan (reserve currency) seperti dolar, euro, atau yen dan digunakan untuk menjamin kewajibannya yaitu mata uang lokal yang diterbitkan, dan cadangan berbagai bank yang disimpan di bank sentral oleh pemerintah atau lembaga keuangan.
Biasanya untuk mengukur suatu cadangan devisa dianggap memadai atau tidak, maka dipakai kriteria jumlah besarnya kemampuan cadangan devisa tersebut untuk menutup impor minimal selama 3 bulan.
Departemen Keuangan Jepang pada hari Senin (7/12) kembali merilis laporan bulanan yang menunjukkan bahwa cadangan devisa Jepang menurun pada bulan November lalu. Cadangan devisa Jepang per 30 November lalu dilaporkan berakhir sebesar $ 1,23 triliun, turun dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar dari $ 1,244 triliun. Sementara itu jika dibandingkan dengan November tahun 2014 lalu, cadangan devisa Jepang pada bulan lalu juga masih lebih rendah karena pada akhir November 2014 cadangan devisa Jepang tercatat sebesar $ 1,269 triliun. Posisi cadangan devisa bulan November ini merupakan yang terendah sejak September 2011 yang saat itu $1,20 triliun. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dalam laporan tersebut ditulis bahwa cadangan mata uang asing turun $ 1,17 triliun dan special drawing rights (SDR) mengalami penurunan menjadi $ 17,8 miliar. Posisi cadangan IMF juga turun $ 9,4 miliar, sementara emas naik sebesar $ 275.000.000. Aset cadangan lainnya bergerak turun sebesar $ 6 juta, lalu aset dalam mata uang asing Jepang lainnya juga turun menjadi $ 5,1080 triliun dari $ 5,1140 triliun yang tercatat di bulan sebelumnya.
Hingga saat ini, Tiongkok masih merupakan negara pemilik cadangan devisa terbesar yang posisi keduanya disusul oleh Jepang. Sebagai informasi saja bahwa ekonomi negeri sakura ini sedang alami resesi pada kuartal ketiga lalu dengan nilai pertumbuhan PDB kontraksi.
H Bara/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens
