Market News
Market News
Cadangan Devisa Tiongkok Terendah Dalam 2 Tahun Demi Yuan
Kemampuan bank sentral Tiongkok membendung arus dana keluar dari negeri tersebut dipertanyakan setelah PBOC umumkan cadangan devisa Tiongkok bulan November lalu terkuras cukup banyak sehingga posisi cadangan devisanya merupakan posisi terburuk dalam 2 tahun terakhir.
PBOC beralasan penurunan cadev negeri ekonomi terbesar pertama di Asia ini demi mencegah melemahnya mata uang Yuan lebih banyak serta depresiasi aset non dollar bank sentral di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Sebelumnya pada bulan Oktober lalu cadangan devisa Tiongkok berhasil naik sedikit dari trend penurunan cadev enam bulan berturut. Namun sepanjang tahun 2015 terlihat dari grafik dibawah cadev Tiongkok sudah jauh berkurang oleh anjloknya mata uang Yuan tahun ini cukup signifikan.

Cadangan devisa Tiongkok menurun US$87,2 miliar dari bulan sebelumnya menjadi $ 3,438 triliun pada akhir November, Bank sentral Tiongkok ungkapkan cadangan devisa bulan lalu merupakan yang terendah sejak Februari 2013 ketika saat itu cadangan $ 3,395 triliun.
Terkurasnya cadev secara bulanan mencapai rekor pada bulan Agustus lalu pasca PBOC mendevaluasi mata uang Yuan sekitar 2 persen yang membuat bank sentral tersebut akhirnya mengangkat kembali Yuan dengan menguras cadev hingga US$ 93,9 miliar.
Pekan lalu, IMF umumkan akan masukkan Yuan dalam kelompok mata uang global utama atau Special Drawing Rights bersama dengan dolar AS, euro, pound dan yen. Dan ini mendorong pemerintah dan PBOC untuk pertahankan mata uangnya stabil, sehingga cadev berisiko terkuras terus sebagai intervensi di pasar mata uang untuk mencegah fluktuasi yang berlebihan.
H Bara/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
