Market News

Harga Batubara Rotterdam Kembali Tertekan Pelemahan Minyak Mentah

Pada akhir perdagangan Rabu dini hari (08/12), harga batubara Rotterdam kembali mengalami penurunan. Harga batubara turun imbas melemahnya harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah kembali melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan Rabu dinihari (09/12), akibat aksi short covering pedagang.

Dengan harga minyak mentah Brent dan minyak mentah AS berjangka tenggelam di bawah $ 40 per barel, yang mencapai tingkat terendah Februari 2009 dan memperluas 6 persen penurunan Senin, kemungkinan besar memicu aksi short covering sebelum terjadi kerugian selanjutnya.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 14 sen atau 0,37 persen, pada 37,51 dollar per barel.

Untuk harga minyak mentah Brent, diperdagangkan, turun 44 sen menjadi 40,28 dollar per barel, setelah mencapai sesi rendah pada 39,81 dollar per barel.

Terkait anjloknya harga minyak tersebut, di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Desember 2015 berada di posisi 47,40 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,35 dollar atau setara dengan -0,73 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Desember 2015 ditransaksikan pada posisi 37,40 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 47,00 dollar dan support kedua di level 46,60 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 47,80 dollar dan 48,20 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang