Market News

Harga CPO Malaysia Menguat Dengan Pelemahan Ringgit

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Senin sore (07/12) terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Penguatan harga CPO didukung oleh pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dollar AS.

Hasil data tenaga kerja AS mencatatkan hasil yang positif pada Jumat kemarin, dan semakin menguatkan rencana kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember ini. Prospek yang semakin menguat ini membuat dollar AS juga semakin menguat.

Dampak dari kenaikan dollar adalah melemahnya ringgit. Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat. Sore ini terpantau kurs USDMYR menguat 0,65% pada posisi 4.2165.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan . Harga kontrak Februari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 69 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.435 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan penguatan dengan semakin menguatnya rencana kenaikan suku bunga AS Desember ini. Pergerakan harga masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global. Harga minyak mentah juga memberikan pengaruh kuat terhadap pergerakan harga CPO.

Harga CPO berjangka kontrak Februari 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.375 ringgit dan 2.315 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi kenaikan lanjutan ada pada posisi 2.500 ringgit dan 2.560 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang