Market News
Market News
Harga Emas Naik Sedikit, Namun Tetap Berpotensi Melemah
Harga emas masih membawa sedikit kenaikan dari perdagangan semalam pada perdagangan Rabu ini (09/12), setelah dolar melembut namun keuntungan masih terbatas karena sentimen kenaikan suku bunga AS masih diantisipasi oleh investor.
Harga emas spot sedikit berubah pada 1,075.20 dollar per troy ons pada 0042 GMT, setelah naik 0,4 persen pada Selasa karena dolar melemah terhadap mata uang utama. Logam mulia ini berada dalam posisi kurang dari $ 30 dari posisi terendah enam tahun yang dicapai pekan lalu.
Pedagang emas tidak optimis dari reli berkelanjutan di harga emas dengan The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di pertemuan kebijakan berikutnya pada 15-16 Desember ini.
Investor bahkan meningkatkan perkiraan harga emas akan segera turun ke 1.000 dollar per troy ons, menjelang pertemuan The Fed pekan depan.
Tergelincirnya harga komoditas, terutama minyak mentah, juga membebani emas. Minyak mentah telah jatuh ke posisi terendah dalam hampir tujuh tahun setelah OPEC tetap meningkatkan jumlah produksi mendekati rekor minyak untuk mempertahankan pangsa pasar.
Pelemahan harga minyak bisa memicu kekhawatiran deflasi, faktor bearish untuk emas, yang sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dipimpin harga minyak.
Di pasar fisik, asosiasi emas di India berencana untuk meluncurkan pertukaran fisik pertama perdagangan emas di negara itu, dalam upaya untuk membawa transparansi ke pasar untuk logam mulia di negara konsumen terbesar kedua emas di dunia tersebut.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan berpotensi melemah dengan semakin mendekatnya rencana kenaikan suku bunga AS bulan Desember ini, yang akan semakin meningkatkan dollar AS. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1075-1073, dan jika harga kembali menguat akan mencoba menembus level Resistance 1077-1079
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
