Market News
Market News
Harga Emas Tergelincir Oleh Penguatan Dollar Jelang Kenaikan Suku Bunga AS
Harga emas turun lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (08/12), setelah dolar terangkat oleh optimisnya data pekerjaan AS yang dirilis Jumat lalu yang semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga minggu depan.
Harga emas spot LLG turun 1,4 persen pada 1,071.47 dollar per troy ons. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 0,8 persen padai 1,075.20 dollar per troy ons.
Anjloknya harga minyak mentah berjangka ke dekat tujuh tahun terendah juga menekan harga emas, kata para pedagang.
Harga emas telah jatuh 9 persen sejauh tahun ini, sebagian besar karena ekspektasi bahwa suku bunga AS akan meningkat untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Fokus akan tercurah pada pertemuan bank sentral AS pekan depan.
Dengan suku bunga AS akan meningkat, lingkungan yang lebih luas tetap tidak ramah untuk emas, kata analis.
Sementara itu harga spot platinum membuat penurunan terbesar di antara logam mulia, turun tajam sebanyak 3,4 persen menjadi $ 849,50 per ons. Sedangkan harga Perak turun 1,4 persen pada $ 14,35 per ons dan harga paladium turun 2,3 persen pada $ 550,65 per ons.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan berpotensi melemah dengan semakin mendekatnya rencana kenaikan suku bunga AS bulan Desember ini, yang akan semakin meningkatkan dollar AS. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1069.50-1067.50, dan jika harga kembali menguat akan mencoba menembus level Resistance 1073.50-1075.50
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
