Market News

Harga Gula ICE Turun Terdorong Subsidi Produksi Tebu di India

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Selasa dini hari tadi (08/12) ditutup di zona negatif. Harga gula menjadi turun karena adanya subsidi produksi tebu di India.

Pemberitahuan resmi diumumkan dalam Berita India, tanggal 2 Desember yang menyatakan bahwa subsidi produksi tebu akan dibayarkan kepada petani setelah pabrik mengekspor 80 persen dari kuota mereka. Subsidi akan dibrtikan Rs 45 ($ 0.7) per ton. India merupakan negara nomor dua  produsen gula dunia setelah Brazil.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,18 sen atau setara dengan -1,16 persen pada posisi 15,30 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan dollar AS dan pemulihan produksi gula kasar.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 14,80 sen dan 14,30 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  15,80 sen dan 16,30 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang