Market News

Harga Kakao Menguat Akibat Hambatan Distribusi dan Serangan Angin Harmattan

Harga kakao berjangka ICE Futures menguat pada akhir perdagangan Selasa dinihari tadi (08/12). Sentimen kenaikan harga berasal dari hambatan distribusi dan kekuatiran hasil panen di Pantai Gading.

Harga kakao melanjutkan penguatan setelah eksportir memperkirakan bahwa kedatangan biji kopi mingguan di Pantai Gading terus menurun, memicu kekhawatiran bahwa cuaca kering mungkin telah menekan produksi sebelumnya.

Sedangkan petani di Pantai Gading mengatakan pada hari Senin bahwa hujan ringan dan angin Harmattan kering di sebagian besar wilayah utama penanaman kakao negara yang terjadi pekan lalu dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama jika tren ini terus berlanjut.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Maret 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 27 dollar atau 0,80 persen pada posisi 3.417  dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan menguat dengan perkiraan masih adanya kekuatiran hambatan distribusi dan hasil panen di Pantai Gading.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 3.467 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.517 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 3.367 dollar dan 3.317 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang