Market News

Harga Karet Tocom Terangkat Kenaikan Bursa Jepang dan Pelemahan Yen

Harga karet Tocom pada perdagangan Senin pagi (07/12) mengalami peningkatan. Harga karet alami berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu Mei 2016 menguat dengan dukungan pelemahan Yen dan menguatnya bursa Jepang.

Kenaikan harga karet berjangka Tocom pada perdagangan pagi ini terdorong pelemahan nilai tukar yen Jepang. Saat ini terpantau kurs pasanga USDJPY menguat 0,13% pada 123.27, hal ini menggambarkan Yen mengalami pelemahan terhadap dollar AS.

Pelemahan yen membuat harga karet alami berjangka Tocom terangkat. Bagi para pembeli luar negeri dengan melemahnya nilai tukar yen membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah sehingga permintaannya mengalami peningkatan.

Sementara itu bursa Jepang juga dibuka menguat pagi ini. Indeks Nikkei pada awal perdagangan awal pekan Senin (07/12) diperdagangkan naik 250 poin atau 1,28 persen ke 19.754. Penguatan indeks didukung dengan meningkatnya kepercayaan investor paska hasil data pekerjaan AS yang menguat.

Harga karet alami di Tocom untuk kontrak paling aktif yaitu untuk kontrak Mei 2016 pagi ini dibuka pada posisi 169,5 yen per kilogram. Harga karet alami berjangka mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 3,4 yen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya pada 170.1 yen per kilogram. Saat ini harga berada di posisi 173,5 yen per kilogram.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga karet Tocom pada perdagangan hari ini berpotensi untuk bertahan di zona hijau. Harga komoditas ini menemukan pijakan yang cukup kuat untuk melenjutkan penguatan pelemahan nilai tukar yen dengan meningkatnya keyakinan suku bunga AS yang dapat semakin menguat dollar.

Untuk sesi perdagangan hari ini harga diperkirakan akan menemui level support di posisi 168,5 yen. Support selanjutnya ada di 163,5 yen. Sementara itu harga akan menemui resistance di posisi 178,5  yen dan 183,5 yen.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang