Market News
Market News
IHSG 8 Desember Ditutup di Zona Negatif Masih Tertekan Pelemahan Bursa Global
Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Selasa (07/12) berakhir di zona negatif, turun -1,27% pada 4464,18. Sementara itu indeks saham unggulan LQ45 juga ditutup turun -1,73% ke posisi 767,74. Pelemahan IHSG terpengaruh melemahnya bursa global akibat anjloknya harga minyak mentah.
Harga minyak mentah WTI ditutup turun 5,8 persen pada 37,65 dollar per barel setelah OPEC gagal untuk mengatasi kelebihan pasokan yang terus bertambah, sementara dolar juga terus menguat yang membuat harga minyak mentah menjadi lebih mahal.
Akibat anjloknya harga minyak mentah, bursa Saham Wall Street ditutup melemah pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (08/12). Indeks Dow Jones ditutup turun 0,66 persen, S & P 500 ditutup turun 0,70 persen, Nasdaq turun 0,79 persen.
Demikian juga pergerakan bursa Asia siang ini, semua indeks utama kawasan Asia berada di zona merah. Indeks Kospi, Indeks Nikkei, Indeks Shanghai, Indeks Hang Seng hingga Indeks ASX 200 terpantau bergerak negatif.
Sementara itu bursa Eropa juga dibuka negatif sore ini dengan adanya sentimen negatif lanjutan pelemahan harga minyak mentah dunia.
Sedangkan dari dalam negeri, kurs Rupiah yang sempat menguat saat siang tadi, sore ini berakhir negatif, tertekan oleh penguatan dollar AS. Dengan menguatnya dollar AS, maka investor asing melakukan aksi jual, sehingga dana yang ada di dalam bursa ditarik keluar untuk ditanamkan dalam inevstasi berdenominasi dollar. Tercatat dana asing yang keluar ke pasar modal sebesar 487,87 miliar rupiah.
Pada penutupan perdagangan saham Indonesia terpantau 70 saham menguat dan 225 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 4,95 miliar saham dengan nilai mencapai lebih dari 5,25 triliun rupiah, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih dari 218.129 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah terbatas dengan merespon pelemahan bursa global dan sentimen pelemahan lanjutan harga minyak mentah. Namun diharapkan optimisme ekonomi Indonesia dapat menguatkan ekonomi juga kurs Rupiah sehingga membantu kenaikan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4410-4358, dan kisaran Resistance 4518-4569.
Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
