Market News

IHSG 8 Desember Sesi 1 Bergerak Negatif Dengan Pelemahan Bursa Asia

Memasuki sesi 1 Selasa (08/12), IHSG melanjutkan pelemahan, turun -32.13 poin atau -0,71% pada 4489,26. Pelemahan IHSG terpengaruh melemahnya bursa global akibat anjloknya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah WTI ditutup turun 5,8 persen pada 37,65 dollar per barel setelah OPEC gagal untuk mengatasi kelebihan pasokan yang terus bertambah, sementara dolar juga terus menguat yang membuat harga minyak mentah menjadi lebih mahal.

Akibat anjloknya harga minyak mentah, bursa Saham Wall Street ditutup melemah pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (08/12). Indeks Dow Jones ditutup turun 0,66 persen, S & P 500 ditutup turun 0,70 persen, Nasdaq turun 0,79 persen.

Demikian juga pergerakan bursa Asia siang ini, semua indeks utama kawasan Asia berada di zaona merah. Indeks Kospi, Indeks Nikkei, Indeks Shanghai, Indeks Hang Seng hingga Indeks ASX 200 terpantau bergerak negatif.

Sementara itu sentimen positif penguatan kurs Rupiah terhadap dollar AS belum mampu mengangkat IHSG ke zona positif. Siang ini terpantau kurs Rupiah menguat 0,16% pada 13,783.

Siang ini juga terpantau 9 sektor alami pelemahan, dimana sektor yang menjadi pemberat IHSG adalah sektor Aneka Industri yang mencatatkan pelemahan 2,62%. Sedangkan satu-satunya sektor yang alami penguatan adalah sektor Infrastruktur yang naik 0,01%.

Tercatat sampai sesi 1 siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 2,58 miliar saham dengan nilai mencapai 2,58 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 113,998 kali.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penurunan dengan sentimen negatif pelemahan bursa global, sementara diharapkan penguatan Rupiah dan optimisme ekonomi Indonesia dapat membantu membawa IHSG rebound. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4450-4414, dan kisaran Resistance 4535-4585.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang