Market News
Market News
Indeks Nikkei Ditutup Turun Tertekan Penguatan Yen dan Sentimen Pelemahan Harga Minyak
Di akhir perdagangan bursa saham Jepang pada Selasa (08/12), indeks Nikkei berakhir negatif. Indeks Nikkei ditutup turun 205 poin atau 1,04 persen pada 19.492. Pelemahan indeks masih tertekan sentimen pelemahan harga minyak mentah dan penguatan kurs Yen.
Lihat : Bursa Jepang Bergerak di Zona Merah, Tekanan Harga Minyak Mengalahkan Hasil Positif PDB
Harga minyak anjlok hampir 6 persen dinihari tadi dalam penutupan perdagangan AS sebagai akibat dari kelebihan pasokan global. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi tingkat produksi ketika bertemu pada hari Jumat kemrin.
Dalam perdagangan Asia, harga minyak mentah berjangka WTI diperdagangkan naik 14 sen atau 0,37 persen pada $ 37,79 per barel. Brent crude futures juga naik sedikit sebesar 28 sen atau 0,69 persen di $ 41,01 per barel, setelah mencapai level terendah sejak Februari 2009 semalam. Namun harga minyak masih berada dekat daerah terendah dalam tujuh tahun.
Laporan menunjukkan PDB Q3 yang direvisi tumbuh 1 persen pada basis tahunan. Jumlah tersebut mengalahkan estimasi sebelumnya kontraksi 0,8 persen selama periode yang sama. Komponen belanja modal revisi naik dari 0,6 persen pada kuartal ketiga terhadap perkiraan penurunan sebelumnya pada 1,3 persen.
Sedangkan dalam perdagangan saham, terpantau saham-saham blue chip mengakhiri sesi di wilayah negatif, dengan saham di Toyota, Sony, Mitsubishi Electric, dan Toshiba turun antara 1,3 persen hingga 3 persen.
Sementara itu kurs Yen sedikit lebih tinggi terhadap dolar diperdagangkan pada 123,09, Yen menguat 0,23 persen.
Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau stagnan, terpantau berada dalam posisi 19,490, tetap dari perdagangan sebelumnya pada 19,490.
Untuk esok hari, akan dirilis beberapa data indikator ekonomi Jepang yang diperkirakan mixed :
Data Machinery Orders (MoM) Oktober, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus berada pada posisi penurunan -1,5%, menurun jauh dari hasil sebelumnya pada 7,5%.
Data Machinery Orders (YoY) Oktober, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus berada pada posisi 1,4%, meningkat dari hasil sebelumnya pada -1,7%.
Data Machinery Tool Orders (YoY) November, belum ada hasil perkiraan maupun hasil, dimana hasil sebelumnya pada -23,1%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Nikkei pada selanjutnya akan bergerak melemah terbatas merespon sentimen pelemahan harga minyak dan pergerakan kurs Yen, serta perlu diperatikan perkembangan bursa global. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 19,160-18,738, dan kisaran Resistance 19,922-20,367.
Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
