Market News
Market News
Lemahnya Pasar Valas Asia Beratkan Pergerakan Rupiah Selasa
Mengakhiri perdagangan valas hari Selasa (8/12) di tanah air, kurs Rupiah tidak berhasil pertahankan penguatan yang terbentuk diawal perdagangan. Sentimen negatif yang melemahkan kurs adalah anjloknya kurs mata uang kawasan Asia sore ini terhadap dollar AS seiring derasnya dana asing keluar dari bursa saham.
Mata uang negara ekonomi terbesar di Asia, Yuan anjlok ke posisi terendah dalam empat tahun pasca turunnya cadangan devisa negara tersebut dan juga ekspor lebih dari perkiraan. Ekspor pada bulan November merupakan penurunan ekspor untuk bulan kelima berturut.
Dari dalam negeri, lebih banyaknya aksi jual asing di bursa saham membuat net sell mencapai Rp487 miliar lebih dan menyebabkan IHSG anjlok dengan penurunan indeks 1,3% pada kisaran 4464 setelah diawal perdagangan dibuka pada kisaran 4495.
Pergerakan indeks dollar yang menggambarkan kekuatan kurs dollar terhadap 6 rival utamanya menunjukkan pergerakan yang positif dilihat secara teknikal pada time frame H1. Sentimen yang berusaha mengangkat nilai kurs ini datang dari data ekonomi AS yang akan dirilis malam nanti dan berpotensi meenunjukkan data yang meningkat khususnya pada indikator JOLTS Job Openings.
Hari ini rupiah melemah 0,23% ke posisi Rp13.893/US$ dari akhir perdagangan sebelumnya di pasar spot setelah dibuka pada posisi 13855/US$ pagi tadi. Demikian kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini melemah tipis dari hari sebelumnya menjadi 13853 dari 13837 hari Senin (7/12). Untuk kurs transaksi BI antar bank hari ini, Rupiah mwlwmH dipatok Rp13,922/US$ untuk kurs jual dan Rp13,784/US$ kurs beli.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan keesokan harinya berpotensi melemah oleh proyeksi penguatan dollar AS di hari pertama pekan ini.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens
