Market News
Market News
Outlook DILD Diturunkan Menjadi Negatif, Sahamnya Rawan Koreksi
PT Intiland Development Tbk (DILD) yang alami penurunan kinerja keuangan pada kuartal ketiga lalu mendapatkan penurunan outlook dari Pefindo berdasarkan rilis yang disajikan pada laman resmi lembaga pemeringkat kredit tersebut.
Pefindo menurunkan proyeksi DILD menjadi peringkat negatif dari peringkat stabil, penurunan ini dipicu target marketing sales perusahaan tahun 2015 hanya tercapai diawah 50 persen. Sedangkan beban yang ditanggung perusahaan sangat besar,
Melihat kinerja keuangan perusahaan terakhir, DILD alami penurunan laba bersih pada Q3-2015 menjadi Rp214,89 miliar atau Rp21 per saham dari Rp300,12 miliar atau Rp29 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Turunnya laba disebabkan meningkatnya beban pokok penjualan meski pendapatan perseroan meningkat.
Pendapatan yang diterima DILD sebesar Rp1,57 triliun sedangkan pendapatan pada kuartal ketiga tahun lalu hanya Rp1,30 triliun. Beban pokok penjualan meningkat hampir 50 persen menjadi Rp909,45 miliar dari Q3 2014 yaitu Rp606,76 miliar. Namun beban Keuangan mengalami penuruann dari Rp64,01 miliar menjadi Rp63,07 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (8/12) saham DILD dibuka pada level 530 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level yang sama. Dan hari ini bergerak dalam kisaran 530-510 dengan volume perdagangan saham baru mencapai 72 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham DILD berhasil rebound awal pekan dari pelemahan 2 hari berturut dan kini terpantau indikator MA bergerak naik dan indikator Stochastic bergerak naik menuju area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik dengan +DI bergerak datar menunjukan pergerakan DILD dalam potensi koreksi . Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support baru di level Rp521 hingga target resistance di level Rp540.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
