Market News
Market News
Outlook Kombinasi Event Utama Forex Minggu Ini
Minggu ini merupakan perpaduan antara tekanan aksi tutup jual Euro setelah pertemuan ECB pada minggu lalu dan kenaikan tingkat bunga the Fed yang pertama setelah Sembilan tahun pada minggu depan. Hal yang penting adalah memasang posisi yang benar, terutama dengan likuiditas mulai menipis menjelang periode akhir tahun. Ada ancaman dari menurunnya likuiditas yang akan beresiko terjadi “squeezing” terhadap dolar AS dan mendorong matauang AS ini naik lebih tinggi. Namun disamping itu juga kecenderungan yang kuat dalam menutup jual Euro jika ada pergerakan turun yang tajam yang baru terhadap single currency yang akan membawa kepada kebuntuan terhadap EUR/USD. Secara keseluruhan, kemungkinan ada optimisme yang lebih besar terhadap outlook pertumbuhan global dan pandangan terbaik untuk membeli dolar Australia dan Selandia Baru dari penurunannya.
Ditengah rally Euro yang ganas, mudah untuk melupakan bahwa ECB telah melonggarkan kebijakan pada minggu lalu dengan pemotongan tingkat deposit lebih jauh ke teritori negatif. Euro masih menjadi matauang prinsipal untuk pendanaan global dan akan terus membuat outflow modal yang substansial dari daerah yang cenderung menjadi saluran terhadap asset yang beresiko global. Selain itu kemungkinan ada juga optimisme yang lebih besar terhadap kondisi permintaan global dengan harga energi tetap berada pada level yang tertekan.
Rilis data AS utama terkonsentrasi pada hari Jumat dengan penjualan eceran, harga produsen dan data keyakinan konsumen UoM semua diskedulkan selama pagi hari di New York. Data employment yang kuat pada hari Jumat minggu lalu telah menambah ekspektasi yang kuat akan kenaikan tingkat bunga pada minggu depan dan data yang keluar harus sangat ekstrim untuk bisa memicu pemikiran ulang dari kondisi yang ada sekarang. Namun akan ada pengaruh penting dengan ekspektasi yang lebih luas sekitar outlook 2016 yang akan memberikan pengaruh yang penting terhadap sentiment dolar AS.
Federal Reserve tidak akan membuat komentar apa-apa mengenai kebijakan moneter dengan mereka akan memasuki periode berdiam diri menjelang keputusan FOMC pada tanggal 16 Desember. Elemen kunci yang harus diperhatikan adalah bahwa the Fed tidak ingin mengejutkan pasar, terutama setelah melihat pengaruh pasar terhadap komunikasi ECB sekitar pertemuan kebijakan yang terbaru. Dalam konteks ini, jika tidak ada berita apa-apa berarti tingkat bunga akan dinaikkan pada pertemuan bulan Desember yang akan datang.
Ada tiga keputusan kebijakan bank sentral yang akan memberikan pengaruh domestik yang penting. Reserve Bank of New Zealand akan menghadapi tekanan yang penuh konflik dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi terhadap tren domestik dan internasional pada titik yang krusial di siklus ekonomi. Pasar mengharapkan pengurangan tingkat bunga lebih lanjut sebesar 0.25% menjadi 2.50%, tetapi pasti ada ruang yang hawkish dari bank sentral. Bahkan jika terjadi pemotongan, kemungkinan pengurangan yang hawkish dengan ekspektasi ini adalah pergerakan terakhir dari RBNZ.
Bank of England tetap terperangkap antara konflik dari tren kebijakan moneter di zona Euro dan AS dengan ECB melonggarkan lebih jauh sementara the Fed akan membuat kebijakan pengetatan. Ada kelegaan dengan Sterling telah melemah terhadap Euor, tetapi tekanan inflasi tetap sangat rendah dan posisi ECB secara keseluruhan akan membuat bank sentral sukar untuk memperketat kebijakan bahkan jika the Fed jadi menaikkan tingkat bunganya. Swiss National Bank akan terbebas dengan ECB bahkan tidak agresif dalam memberikan sanksi pelonggaran moneter lebih jauh.
Rilis data Cina akan diperhatikan dengan seksama dengan CPI terbaru, produksi industri dan data supply uang dan juga angka perdagangan terbaru. Pasar akan mencari bukti-bukti apakah belanja fiskal yang lebih kuat dan pertumbuhan supply uang yang meningkat telah mulai memberikan pengaruh yang positip terhadap ekonomi. Secara khusus, volume perdagangan akan diamati dengan seksama pada hari Selasa dan pengurangan lebih jauh akan pengaruh negatif yang signifikan terhadap minat resiko sementara setiap pemulihan akan mendorong pasar untuk melakukan assessment yang lebih optimis.
Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research Center
![]()