Market News
Market News
Penutupan Indeks Nikkei Negatif, Masih Ada Harapan Penguatan Ekonomi Domestik
Di akhir perdagangan bursa saham Jepang pada Rabu (09/12), indeks Nikkei berakhir negatif. Indeks Nikkei ditutup turun 191 poin atau 0,98 persen di 19.301. Data indikator ekonomi yang dirilis belum dapat mengangkat indeks. Pelemahan bursa Jepang terganjal penguatan Yen.
Lihat : Pembukaan Bursa Jepang Masih Tertekan Penurunan Harga Komoditas
Sampai sore ini kurs Yen masih menguat terhadap dollar AS. Terpantau kurs USDJPY berada di zona merah, turun -0,25% pada 122.62. Hal ini berarti terjdi penguatan Yen.
Sedangkan data ekonomi Jepang yang dua hari berturut-turut mencatatkan hasil positif belum mampu menguatkan indeks Nikkei. Pada hari Selasa, pada kuartal ketiga direvisi produk domestik bruto (PDB), ukuran luas kesehatan ekonomi, jumlah menunjukkan ekonomi tidak dalam resesi teknis seperti yang ditunjukkan oleh data awal.
Pada Rabu, pesanan mesin inti Oktober, ukuran belanja modal dalam perekonomian, naik 10,7 persen pada bulan, terhadap jajak pendapat ekonom Reuters yang memprediksi penurunan 1,5 persen. Pesanan mesin inti naik 10,3 persen pada laju tahunan, juga mengalahkan ekspektasi.
Sementara dalam perdagangan saham, saham manufaktur diperdagangkan lebih rendah meski data ekonomi positif. Saham Hitachi Construction turun 0,16 persen sementara saham Komatsu berakhir di turun hampir 1 persen.
Sedangkan saham-saham blue chip Jepang sebagian besar turun, dengan saham Sony dan saham Mitsubishi Electric masing-masing turun lebih dari 1 persen.
Di tempat lain, Nikkei melaporkan bahwa kementerian keuangan Jepang akan menerbitkan obligasi pemerintah 40-tahun pada tahun fiskal berikutnya untuk mengurangi risiko biaya utang.
Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -20 poin atau 0,10% pada 19,280, turun dari perdagangan sebelumnya pada 19,300.
Untuk esok hari, akan dirilis beberapa data indikator ekonomi Jepang yang diperkirakan mixed :
Data BSI Large Manufacturing (QoQ) Q4, diindikasikan berdasarkan hasil konsensus berada pada posisi 12,1%, meningkat dari hasil sebelumnya pada 11%.
Data Foreign Bond Investment, diperkirakan berada pada posisi 291.41 miliar yen, meningkat dari hasil sebelumnya pada 156.7 miliar yen.
Data Stock Investment by Foreigners, diperkirakan berada pada posisi 55.8 miliar yen, meningkat dari hasil sebelumnya pada 54.6 miliar yen.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Nikkei pada selanjutnya akan mencoba naik, menguat terbatas merespon sentimen positif data indikator ekonomi domestik, namun tetap perlu diperhatikan harga minyak dan pergerakan kurs Yen, juga perkembangan bursa global. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 19,041-18,825, dan kisaran Resistance 19,422-19,660.
Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
