Market News

Preview: Keputusan tingkat bunga Selandia Baru

Reserve Bank of New Zealand mempertahankan tingkat kas resmi di 2.75%, ditengah keprihatinan akan pertumbuhan yang melambat di Cina dan Asia Timur. Penurunan yang tajam dalam harga susu sejak awal 2014 terus membebani pendapatan domestik. Namun, inflasi diperkirakan akan kembali pada jalur yang benar pada awal 2016. Untuk meyakinkan bahwa rata-rata inflasi CPI yang akan datang berdiam di dekat tengah-tengah range yang ditargetkan, kemungkinan terjadi pengurangan lebih lanjut di dalam Official Cash Rate (OCR).

Konsensus dari Forexcrunch memperkirakan kali ini sentral bank Selandia Baru diperkirakan akan memotong tingkat bunganya menjadi 2.50%.

Sementra New Zealand Institute of Economic Research’s (NZIER) Shadow Board secara tentatif menunjukkan Reserve Bank (RBNZ) akan tetap ketat dan mempertahankan OCR di 2.75%.

Sejumlah sembilan ekonom dan tokoh bisnis di Board ditanya apakah sekarang waktu yang tepat untuk melakukan pemotongan bunga berikutnya, yang mana gubernur RBNZ Graeme Wheeler menunjukkan di dalam pernyataan kebijakan moneternya di bulan September, adalah “mungkin terjadi”. Reserve Bank memotong OCR di bulan Juni, Juli dan September dengan kombinasi 75 basis poin. Namun pada review OCR terakhir di bulan Oktober, dipertahankan di 2.75%.

Ekonom senior dari NZIER Christina Leung berkata, “Pertemuan bulan Desember akan menjadi penutupan. Ada tanda-tanda peningkatan dalam aktifitas, dengan sektor jasa tetap menonjol. Tetapi ada juga keprihatinan mengenai ancaman kekeringan di Selandia Baru dan juga resiko ekonomi global.

“Reserve Bank juga akan mengingat efek dari tingkat bunga yang rendah terhadap harga assets, dengan resiko yang menyertai terhadap kestabilan keuangan”.

Rata-rata Shadow Board merekomendasikan tingkat bunga tetap mantap di 2.70%.

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center