Market News

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Kuat, Mingguan Masih Lemah

Mengakhiri perdagangan valas pekan ini di tanah air, kurs Rupiah berhasil menutupnya dengan penguatan tipis dari perdagangan sebelumnya. Namun secara mingguan kurs Rupiah masih lemah dan melanjutkan pelemahan mingguan pekan sebelumnya. Sedikit kuatnya dollar hari ini didorong oleh optimisme pasar global terhadap prospek ekonomi tanah air.

Selain itu penguatan kurs mendapat support dari bursa saham yang mendapat suntikan dana asing meski IHSG ditutup melemah di akhir perdagangan pekan ini. Masuki sesi II optimisme pasar tersebut mendorong terjadi peningkatan aksi beli saham sehingga asing mencetak net buy  sekitar Rp182 miliar lebih.  IHSG sesi II berakhir di zona merah  lanjutkan trend sebelumnya dengan penurunan indeks 0,6% pada kisaran 4508 setelah diawal perdagangan dibuka pada kisaran 4514. 

Indeks dollar AS yang menunjukkan kekuatan kurs mata uang Amerika terhadap 6 mata uang utama global lainnya masih menunjukkan penguatan oleh optimisme pasar akan dollar jelang kenaikan fed rate pekan depan.

Hari ini rupiah menguat  0,08% ke posisi Rp13.829/US$ dari akhir perdagangan sebelumnya  di pasar spot setelah dibuka pada posisi 13835/US$ pagi tadi.  Demikian  kurs Jisdor  telah ditetapkan BI  hari ini  dari perdagangan sebelumnya melemah  dari hari sebelumnya menjadi 13833  dari   13845 hari Kamis (3/12). Demikian juga berdasarkan  kurs transaksi BI untuk transaksi antar bank hari ini, Rupiah menguat   dipatok Rp13,902/US$ untuk kurs jual dan Rp13,764/US$ kurs beli. 

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan keesokan harinya  berpotensi  melemah   oleh proyeksi  penguatan dollar AS di hari ketiga bulan  Desember ini.

 

 

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens