Market News

Sentimen Pelemahan Harga Minyak Menekan Penutupan Bursa Korsel

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Selasa (08/12), indeks Kospi lanjutkan pelemahan, turun 15 poin atau 0,75 persen pada 1949. Pelemahan indeks masih tertekan sentimen negatif melemahnya harga minyak mentah.

Lihat : Indeks Kospi Dibuka Positif Didukung Lonjakan Saham Samsung Engineering

Harga minyak anjlok hampir 6 persen dinihari tadi dalam penutupan perdagangan AS sebagai akibat dari kelebihan pasokan global. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi tingkat produksi ketika bertemu pada hari Jumat kemrin.

Dalam perdagangan Asia, harga minyak mentah berjangka WTI diperdagangkan naik 14 sen atau 0,37 persen pada $ 37,79 per barel. Brent crude futures juga naik sedikit sebesar 28 sen atau 0,69 persen di $ 41,01 per barel, setelah mencapai level terendah sejak Februari 2009 semalam. Namun harga minyak masih berada dekat daerah terendah dalam tujuh tahun.

Pada penutupan perdagangan, saham Samsung Electronics ditutup tidak berubah setelah pemangkasan keuntungan dari sesi pagi, sementara Samsung C & T jatuh di zona merah, menutup 0,35 persen lebih rendah.

Sementara itu saham Samsung Engineering berakhir turun 14 persen setelah Reuters melaporkan Jay Lee, pewaris Grup Samsung dan juga wakil ketua Samsung Electronics, akan membeli hingga 300 milyar won saham di perusahaan jika rights issue tidak sepenuhnya ditempatkan. Perusahaan sebelumnya telah mengumumkan 1,2 triliun won ($ 1,02 miliar) rights issue.

Samsung Group juga menghadapi penyelidikan dari badan pengawas keuangan Korea Selatan atas dugaan insider trading dan manipulasi pasar selama penggabungan Samsung C & T dan Cheil Industries awal tahun ini. Sebuah laporan kantor berita lokal Yonhap mengatakan sembilan eksekutif terkait dengan merger sedang diselidiki.

Sementara itu indeks kospi berjangka terpantau melemah, turun -1,60 poin atau -0,66% pada 239.90, dimana pada penutupan sebelumnya berada pada 241.50.

Untuk perdagangan selanjutnya esok hari belum ada rilis data indikator ekonomi domestik, namun perlu memperhatikan perkembangan rencana kenaikan suku bunga AS dan perkembangan bursa Asia juga harga komoditas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan saham selanjutnya indeks Kospi berpotensi lemah karena belum adanya data fundamental domestik yang kuat. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 236.14-233.07 dan kisaran Resistance 242.64-245.36

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang