Market News
Market News
USD/CAD & Harga Minyak Mentah
USD/CAD naik tajam pada hari Selasa kemarin untuk hari kedua berturut-turut, menyentuh target paling atas di 1.3600 dan berada pada ketinggian yang baru selama 11 tahun. Angka yang tinggi ini terjadi tepat bersamaan dengan turunnya minyak mentah (West Texas Intermediate) menyentuh ke terendah selama 6 tahun di $37 per barel, membuat tekanan yang sangat besar terhadap dolar Kanada yang berbasiskan minyak.
Minyak mentah membuat suatu rebound yang moderal pada penutupan hari Jumat karena beberapa aksi tutup jual memberikan sedikit kelegaan buat komoditi yang dijual habis in, tetapi momentumnya tetap kokoh menurun. Pertemuan OPEC pada minggu lalu gagal menghasilkan persetujuan mengenai batas atas produksi minyak, memperparah isu kelebihan supply yang telah kritis ini. Tidak adanya kesatuan diantara negara penghasil minyak utama dunia ini membantu mendorong harga WTI turun ke kerendahan di bulan Agustus pada mingu ini sehingga harga mendekati kedalaman yang belum pernah tejadi sejak tahun 2009.
Pada hari Selasa kemarin dolar AS bercampur, walaupun turun terhadap Euro, Yen dan Swisss Franc, greenback naik tajam terhadap matauang berbasiskan komoditi seperti dolar Australia dan Kanada.
USD/CAD pada minggu ini menembus dengan tajam diatas resistance kunci 1.3400 dan ketinggian di bulan September 1.3456 untuk menyentuh harga yang ditargetkan di level resistance 1.3600. Sebelum terjadi “breakout” pada minggu ini, USD/CAD telah terus naik dengan mantap dalam tren naik selama hampir dua bulan dari basis support di 1.2800 di bulan Oktober. Kenaikan ini sebagian disebabkan oleh menguatnya dolar AS karena mengantisipasi potensi kenaikan tingkat bunga di bulan Desember, dan juga karena jatuhnya harga minyak dengan tajam yang menekan dolar Kanada. Selain itu yang membebani dolar Kanada dalam beberapa bulan belakangan ini adalah Bank of Canada yang dovish yang telah memotong tingkat suku bunga acuannya dua kali dalam tahun ini.
Kecenderungan tren secara keseluruhan buat USD/CAD tetap kuat naik dengan akan berlanjutnya pasar minyak mentah yang kelebihan supply dan juga antisipasi potensi siklus pengetatan moneter dari the Fed dimulai pada minggu depan yang mungkin sudah ataupun belum diperhitungkan dalam harga sepenuhnya.
Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research Center
