2017-04-18 04:04:53

Jelang Ramadhan, Harga Minyak Sawit di Pasar Eropa Bergerak Naik

Category 2

Awal Ramadhan sudah dekat. Dari perspektif perdagangan umumnya terjadi peningkatan permintaan bahan pangan dalam periode tersebut dan berdampak terhadap kenaikan harga-harga. Saat di Indonesia perdagangan masih terlihat biasa, berbeda halnya dengan perdagangan di Eropa. Harga minyak sawit di pasar Eropa telah mulai bergerak naik sebagai wujud antisipasi potensi kenaikan harga selama bulan Ramadhan.

“Negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim yang membutuhkan tambahan stok dari impor minyak goreng telah mulai melakukan order ke negara eksportir (produsen),” ujar Tumpal Sihombing, Corporate Secretary Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dalam siaran persnya kepada redaksi MediaProfesi.com (13/4/2017) di Jakarta.

Tumpal menjelaskan, pihak-pihak yang mensuplai stok minyak goreng di Eropa telah mengantisipasi potensi kenaikan harga tersebut dengan melakukan pembelian dini. Semakin mendekati periode Ramadhan, potensi kenaikan harga akan semakin besar. Yang menarik, katanya adalah adanya aktivitas antisipasi terhadap potensi kenaikan harga. Pelaku pasar di Eropa sudah hiruk pikuk mengantisipasi potensi kenaikan harga minyak sawit lebih dari enam minggu sebelum puasa dimulai. Dua negara penghasil terbesar minyak sawit dunia memiliki mayoritas penduduk muslim. Mendekati Ramadhan, harga minyak sawit di kedua sumber ini berpotensi menguat. Aktivitas di bursa-bursa luar negeri sudah menggeliat menghadapi Ramadhan.

Para pelaku pasar berusaha melakukan lindung nilai (hedging) dengan pembelian dini sebelum harga bergerak lebih tinggi. Bagi pelaku pasar, keterlambatan melakukan lindung nilai dari potensi lonjakan harga bisa berakibat pada kerugian yang besar.

Hedging berdampak efektif bagi kelangsungan usaha. Umumnya hedging atas potensi pergerakan harga yang merugikan bisa dilakukan dengan membuat kontrak. Hal itu bisa dilakukan dengan kontrak forward, bisa juga dengan kontrak berjangka (futures) yang diperdagangkan di bursa berjangka. Produsen cenderung menghindari diri dari menjual pada saat harga relatif rendah, sementara pihak yang melakukan pembelian membeli justru bertindak sebaliknya. Melalui futures, produsen dapat melakukan penjualan sebelum harga bergerak turun, sementara pembeli juga bisa memanfaatkan futures untuk bersikap proaktif sebelum ada kenaikan harga. Dengan melindungi nilai bisnis dari kondisi harga yang unpredictable, maka bisnis dapat mengoptimalkan margin profit. Heding bisa menghindari bisnis dari potensi kerugian. Sustainabilitas usaha juga bisa tercapai.

Indonesia memiliki Bursa Berjangka Jakarta (JFX). Di bursa ini, ada 2(dua) jenis kontrak minyak goreng yang diperdagangkan (olein/palm olein), yaitu kontrak berjangka Olein 20 ton (OLE20), dan kontrak berjangka Olein 10 ton (OLE10).

Melalui kontrak tersebut, masyarakat dapat bersikap proaktif antisipatif dalam menghadapi potensi kenaikan harga pangan menjelang bulan Ramadhan mendatang, terutama potensi kenaikan harga olein. Para pedagang pasar berkesempatan membeli kontrak minyak goreng sebelum harga melonjak naik. Mereka dapat memilih untuk membeli kontrak olein yang jatuh tempo saat Ramadhan mendatang. Dengan demikian saat para pedagang tersebut membutuhkan tambahan stok minyak goreng, mereka telah memegang kontrak yang telah dibeli jauh hari sebelumnya. Pedagang tidak perlu membeli stok minyak goreng saat demand pasar tinggi. Hedging dalam jangka panjang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Apabila banyak pelaku pasar di industri yang melakukan hedging secara proaktif, maka kelangsungan industri juga bisa lebih terjaga.

Indonesia membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang secara proaktif melakukan hedging. Petani dapat menghindari rendahnya harga saat panen raya, manufaktur dapat memastikan biaya produksi yang lebih efisien melalui mitigasi risiko harga bahan baku, pedagang dapat memanfaatkan posisi jual dan/atau beli di bursa dalam rangka memperoleh harga terbaik.

Dalam periode menjelang Ramadhan dan Lebaran, harga bahan pangan termasuk minyak goreng (olein) diperkirakan akan lebih flkutuatif seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan minyak sawit dunia. Bursa Berjangka Jakarta senantiasa berusaha memasyarakatkan aktivitas lindung nilai bagi semua pihak, terutama pelaku usaha.

@MediaProfesi.com - 

Artikel yang Lalu