Artikel

2017-08-03 09:08:36
Two Ways Opportunity Investasi Bursa Berjangka
Category 1
Investasi Bursa Berjangka sebenarnya menjanjikan keuntungan yang bagus jika kita benar-benar jeli memilih perusahaan yang tepat.
Menurut Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang, berinvestasi di Bursa Berjangka memiliki potensi profit tertinggi dibandingkan semua jenis investasi di pasar uang dan pasar modal.
Hal ini dimungkinkan karena ada : “Two ways opportunity”. Baik pada posisi Buy – Sell atau posisi Sell – Buy, nasabah sama – sama memiliki kesempatan untuk memperoleh profit.
Kelebihan lain adalah nasabah dapat berinvestasi langsung (direct investment) dan memonitor secara langsung risiko apa saja yang akan dihadapi ke depannya. Kapan dia mau transaksi dan kapan mau berhenti, tergantung investor sendiri.
Investasi Bursa Berjangka, High Risk High Return
Namun di sisi lain, Paulus mengakui secara keseluruhan risiko investasi Bursa Berjangka juga relatif lebih besar dibandingkan Bursa Efek . “Setiap investasi punya risiko. High risk high return. Jadi return-nya juga menjanjikan lebih besar. Bisa positif mau pun negatif. Yang penting bagaimana me-manage risiko itu karena masing-masing investor punya karakter berbeda,”ujarnya kepada DanaXtra.
Intinya, menurut Paulus, sebelum berinvestasi sebaiknya nasabah mengenal dan mengetahui perusahaan yang ingin kita masuki.
Pahami Investasi Bursa Berjangka
Langkah pertama yang perlu dipelajari calon investor untuk berinvestasi di bursa berjangka secara aman adalah memahami betul apa itu bursa berjangka. Bagaimana mekanisme dan perhitungannya. Pasalnya pada titik inilah pihak-pihak yang kurang bertanggungjawab sering memanfaatkan keadaan.
Menurut Paulus, maraknya korban yang tertipu investasi ilegal terjadi karena pemahaman nasabah yang masih rendah terhadap bursa berjangka. Banyak di antara mereka yang tidak mengetahui prosedur dan cara berinvestasi di bursa berjangka. Sehingga alih-alih mendapatkan keuntungan besar justru kerugian yang didapat.
Hal lain yang perlu diketahui calon investor adalah industri tersebut penuh regulasi, baik dari pemerintah maupun internal BBJ dengan para anggotanya (pialang). Hal ini sangat penting untuk menjamin kepercayaan karena nasabah tidak berhubungan dengan perusahaan (BBJ), namun dengan anggota bursa.
Mulai Investasi Bursa Berjangka dengan Simulasi
Menurutnya, hal yang harus dilakukan untuk memulai investasi Bursa Berjangka adalah membuat pola simulasi perdagangan di bursa saham. Bentuk simulasi adalah upaya untuk memperhitungkan potensi investasi kedepan.
“Mulailah dengan demo account, pelajari falsafah-falsafahnya. Profit dan lost adalah lumrah dalam investasi, tidak selamanya bisa lost, atau profit. Kita harus mampu me-manage emosi dalam transaksi. Itu hal-hal mendasar yang harus dicermati nasabah,” pesan Paulus.
Investasi Bursa Berjangka, Pilih Pialang Bersertifikasi
Lewat tahap tersebut, nasabah bisa memilih perusahaan pialang untuk investasi. Peran pialang dalam berinvestasi di pasar berjangka sangat besar karena merupakan perantara alias broker company. Para pialang ini mesti memiliki kemampuan untuk menyaring nasabah yang tepat serta kemampuan finansial calon investornya.
Saat ini pialang yang terdaftar di BBJ ada 65. “Pialang yang legal dan memiliki izin bisa dicek di website Bapepti. Kalau sudah dicek, maka nanti akan dibantu. Dan, harus dipastikan bahwa pialang itu mempunyai sertifikasi wakil pialang,”paparnya.
Pialang Investasi Bursa Berjangka Harus Sandang Nama “Berjangka”/”Futures”
Sesuai Undang-undang, jelas Paulus, perusahaan pialang ini harus berbadan hukum perseroan terbatas (PT) yang memiliki unsur nama “Berjangka” atau “Futures”. Namun Paulus berharap nasabah tetap berhati-hati karena dewasa ini banyak sekali mirroring yang dilakukan oknum dengan mengatasnamakan dua kata tersebut.
Nasabah bisa saja terkelabui oleh perusahaan yang memakai nama berjangka atau komoditi serta menawarkan investasi yang mirip dengan penawaran perusahaan pialang berjangka (broker). Tawaran investasi itu, misalnya trading indeks saham, emas, minyak, dan komoditas lain. Padahal, yang berhak menawarkan jasa investasi seperti itu hanya perusahaan berjangka yang terdaftar di BBJ.
’’Jika mendapatkan tawaran investasi, lihat dulu apakah perusahaan itu terdaftar di regulator. Bisa dicek di website Jakarta Future Exchange (JFX)’’ katanya.
Pisahkan Rekening Investasi Bursa Berjangka
Tahap berikutnya adalah pemisahan rekening, baik itu rekening investasi maupun rekening pribadi untuk rekening di tabungan. “Kalau hal itu sudah dilakukan, maka baru seseorang itu mulai investasi dan menyetor ke rekening yang dipilih. Tapi harus rekening yang terpisah”, jelasnya.
Rekening terpisah ini, jelas Paulus, meski atas nama pialang namun bukan milik pialang. Nomor rekening sah masing-masing pialang terdaftar resmi dalam website Bapepti (Badan Pengawas Pasar Perdagangan Komoditi).
Sebagai bank penyimpan margin, otoritas Bapepti hanya menjalin kerjasama dengan 5 bank untuk pembukaan rekening keuangan tersebut. Masing-masing adalah BCA, Bank Berniaga, Bank Mandiri, BNI 46, dan Bank China Construction Bank Indonesia. “Selain lima bank itu, patut dipertanyakan,” ujarnya.
Investasi Bursa Berjangka Mesti Logis
Satu hal yang Paulus perhatikan dari karakter investor Indonesia adalah sukar ditebak. Berbeda dengan nasabah di luar, katakanlah Amerika Serikat yang sudah melek investasi bursa berjangka,nasabah Indonesia sering memperlihatkan reaksi yang tidak bisa terduga. “Kalau market stabil malah tidak minat, begitu bergejolak berpacu. Itu bukan karakter tapi budaya. Semakin mahal semakin dikejar, seperti rollcoaster,” ujarnya.
Maka demikianlah, agar tidak terjerumus ke dalam investasi ilegal yang marak belakangan ini, Paulus berpesan agar nasabah selalu menggunakan pemahaman logis berdasarkan kehati-hatian di atas. “Jangan mudah percaya pada iming-iming untung besar. Nasabah itu tidak boleh tamak. Cari info sebanyak-banyaknya, dan jangan ambil keputusan terlalu cepat,” tutupnya.